أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar dari Lebah


Segala puji milik Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, rasul akhir jaman dan tidak ada Nabi/rasul sesudahnya.

Penulis hanya ingin berbagi pengalaman, dimana pada jum'at tanggal  3 Mei 2013 penulis mendengar khotbah jum'at di JIC ( Jakarta Islamic Centre ) yang menurut penulis sangat bagus dan membawa pesan moral yang mendalam di jaman sekarang ini.

Seorang Khotib menyampaikan khotbahnya

" Didalam suatu kitab ada sebuah cerita     tentang seorang putri pendeta yang jatuh cinta pada seorang pemuda Muslim, bagi si Pendeta ini merupakan musibah yang sangat besar karena takut anaknya terjerumus masuk agama Islam. Segala cara dilakukan untuk memutuskan cinta kasih antara anaknya dan pemuda Muslim tadi namun usahanya sia-sia.Pada saat seorang pendeta tadi putus asa karena tidak mampu memutuskan tali kasih putrinya dengan seorang pemuda Muslim, tiba-tiba dikesunyian malam putri seorang Pendeta tadi mendengar suara adzan yang sangat jelek(suaranya cempreng,mkhrojnya  tidak pasih) pokoknya tidak enak didengar.Kemudian karena tidak tahu putri pendeta tadi bertanya kepada ayahnya. Suara apakah itu yah..?. Ayahnya menjawab: itu suara orang Muslim yang sedang memanggil untuk melaksanakan perintah Tuhannya.Putri pendeta tadi berfikir panggilan untuk melaksanakan tuhannya aja tidak enak didengar,bagaimana tingkah laku keseharian orang Muslim, pikirnya. Karena kejadian itu Putri pendeta tadi bersumpah untuk tidak menyukai lagi orang Muslim.Mendengar pernyataan putrinya, ayahnya sangat gembira dan memberikan hadiah kepada Muazin yang bersuara jelek tadi sebagai tanda terimakasih.

Makna dibalik cerita tadi yang mengandung istilah "Adzan" itu sifatnya kiasan  bagi seorang Muslim dimana seorang muslim harus memiliki sikap dan perbuatan yang baik ( Akhlaqur Karimah ) dalam bermuamalah dengan manusia, sehingga imeg-imeg negatif tentang Islam tidak ada dipikiran orang yang bermuamalah dengan seorang Muslim. Adzan (da'wah) akan mudah diterima apabila penyampaiannya baik dan benar juda dilandasi hikmah dan pergaulan yang baik.

Bagaimana seorang Muslim yang baik?

Seorang Muslim yang baik harus beribrah (mengambil pelajaran) dari binatang yang namnya Lebah.

1. Lebah tidak memakan yang kotor, kecuali hanya menghisap madu yang baik, karena makanannya baik, yang dikeluarkannya juga baik (madu). Seorang Muslim yang baik harus memakan yang halal lagi baik( sesuai dengan ketentuan syariat Islam jenisnya atau cara mendapatkannya) karena makanan akan menjadi darah yang akan mengalir dalam tubuh, sehingga makanan yang baik akan meghasilkan sikap dan prilaku yang baik.

2. Lebah ketika hinggap disuatu tempat dia tidak merusak  yang ia tempati.Seorang Muslim yang baik harus mampu menjaga lingkungannya.Banyak ayat-ayat dan hadist Nabi Muhammad yang memerintahkan Manusia  harus mampu menjaga dan melestarikan lingkungannya.Ababila kita harmonis dengan lingkungan sekitar maka lingkungan akan memberikan dampak positif bagi kehidupan dan apabila sebaliknya maka tunggu kehancurannya.

3. Lebah tidak pernah menggangu/menyakiti sebelum ia disakiti ( diganggu ).Seorang Muslim yang baik jangan pernah untuk menyakiti orang lain terkecuali ia dizolimi oleh orang lain.Perinsip Muslim "Musuh jangan dicari kalau ada jangan lari" tapi sikap sabar lebih baik apabila kita mampu melakukannya.

4. Lebah selalu bersatu dalam sarang tidak pernah saling bercerai -berai terkecuali dalam melaksanakan tugas.Muslim yang baik adalah muslim yang mampu mempererat tali sillaturrahmi dan memperkokoh tali persaudaraan. Muslim yang baik tidak saling menghancurkan,menggunjing,memperolok-olok Muslim yang lainnya. Muslim yang baik yang memandang muslim lainnya adalah saudranya sehingga akan tercipta antara Muslim yang satu dengan Muslim lainnya laksana bangunan yang saling memperkokoh."

Demikian pengalaman penulis dalam mengutip Khotib Jum'at di JIC. 
Benar datangnya dari Allah SWT, salah dari diri pribadi dan semoga Allah SWT mengampuni setiap kesalahan yang kita lakukan.