أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Kamis, 22 November 2012

Kisah Sa'labah

       Pada Zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang sahabat yang hidupnya sangat miskin ( dia hanya punya kain satu untuk shalat, setelah shalat berjamaah selesai, dia langsung pulang karena dirumah istrinya menunggu untuk memakai kain itu untuk shalat juga )tetapi walaupun ia miskin, ia termasuk orang yang rajin beribadah.Ia tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah di Masjid. Sahabat itu bernama Sa'labah. Nabi Muhammad SAW pun menyayanginya.
       Suatu hari , Sa'labah menghadap Nabi Muhammad SAW. Ia berkeluh kesah tentang keadaannya yang serba kekurangan. Sa'labah mohon didoakan oleh Nabi agar Allah SWT memberikan kekayaan yang banyak kepadanya. Nabi Muhammad SAW pun menolaknya. Beliau menasihati Sa'labah agar hidup sederhana. Sa'labah terus mendesak beliau dan berkata, " Ya, Rasulullah, bukankah Allah jika memberikan kekayaan kepadaku, aku dapat memberikan kepada setiap orang haknya?" Akhirnya. Nabi Muhammad SAW mendoakan Sa'labah. Doa' Nabi Muhammad SAW pun dikabulkan Allah SWT. Sa'labah dapat membeli ternak. Ternaknya berkembang biak dengan pesat sehingga ia memerlukan tempat ternak yang lebih besar. Ia membangun tempat ternak agak jauh dari rumahnya.




    Setelah usahanya semakin berkembang, Sa'labah mulai jarang kelihatan shalat berjamaah bersama Nabi Muhammad SAW di Masjid. Setiap hari dia sibuk mengurus ternaknya.Bahkan, ia tidak menghadiri shalat Jum'at. Nabi Muhammad SAW menugaskan dua orang untuk menarik Zakat dari Sa'labah.Ia menolak utusan tersebut. Ketika utusan beliau melaoprkan keadaan Sa'labah, beliau berkata, " Celakalah Sa'labah!"
     Nabi Muhammad SAW marah kepada Sa'labah. Saat itu turunlah Surah At-Taubah Ayat 75-78 yang artinya "Dan diantara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah SWT. " Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karuniaNya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh." Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran). Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka mengetahui  bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib? ( Q.S at-Taubah/9:75-78)

     Ketika Sa'labah mendengar ayat tersebut untuk mengecam dirinya, ia mulai ketakutan.Segeralah Sa'labah menemui Nabi Muhammad SAW sambil menyerahkan Zakatnya. Beliau menolak dan berkata,:" Allah melarang aku menerimanya". mendengar perkataan beliau, Sa'labah menangis tersedu-sedu.
     Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Sa'labah menyerahkan Zakatnya kepada Khalifah Abu bakar, Abu bakar menolaknya.Kemudian pada Masa khalifah Umar bin Khatab, sa'labah menyerahkan Zakatnya . Umar bin Khatab juga menolaknya. akhirnya ,Sa'labah meninggal pada masa Khalifah Usman bin Affan.
     hanya Allah SWT yang mengetahui kebenaran. Mudah-mudahan cerita ini membawa dampak positif bagi kita.